Saputra, Muhammad Reski (2025) PENAFSIRAN AYAT-AYAT EKOLOGI PERSFEKTIF ‘ABD AL-RAUF AS-SINKILI DALAM TAFSIR AYAT SUCI TURJUMAN AL-MUSTAFID. Masters thesis, IIQ AN NUR YOGYAKARTA`.

[thumbnail of COVER_DAFTAR ISI] Text (COVER_DAFTAR ISI)
21201995_COVER_DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
21201995_BAB I.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (415kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
21201995_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (752kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
21201995_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (727kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
21201995_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (771kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
21201995_BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (353kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
21201995_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (365kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
21201995_LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (260kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat ekologi dalam Al-Qur’an menurut perspektif ‘Abd al-Rauf as-Sinkili dalam karya tafsirnya Turjuman al-Mustafid. Latar belakang penelitian ini berpijak pada pentingnya kontribusi tafsir lokal dalam menghadapi krisis lingkungan global seperti perubahan iklim, pencemaran, dan kerusakan ekosistem. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis sejumlah ayat yang secara eksplisit memuat kata al-arḍ (bumi) serta dikaji dalam perspektif ekoteologi sufistik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa as-Sinkili menafsirkan bumi sebagai firāsyan (hamparan luas), langit sebagai pelindung (binā’an), gunung sebagai penstabil (rawāsi), dan air sebagai sumber kehidupan. Manusia diposisikan sebagai khalīfah (pengelola) yang mengemban amanah untuk menjaga bumi, bukan mengeksploitasinya. Ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah: 22, 30, 164; QS. Al-A‘rāf: 24; QS. Al-Naḥl: 15; dan QS. Al-Ḥajj: 5 mengandung pesan kuat tentang keteraturan alam, siklus kehidupan, serta pentingnya menjaga keseimbangan (mīzān) sebagai bagian dari ibadah kepada Allah. As-Sinkili juga menekankan bahwa seluruh ciptaan merupakan ayat-ayat Tuhan yang hidup, yang harus direnungi dan dijaga. Tafsir Turjuman al-Mustafid memadukan nilai-nilai sufistik, etika spiritual, dan konteks sosial-budaya lokal. Pendekatan ini menghasilkan kerangka etika ekologis yang integrative antara tanggung jawab spiritual dan konservasi lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tafsir lokal seperti karya as-Sinkili memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekoteologi Islam yang kontekstual, aplikatif, dan berbasis kearifan lokal Nusantara.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ekologi Qur’ani, Tafsir Lokal, Turjuman Al-Mustafid, Ekoteologi Islam,
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Users 659 not found.
Date Deposited: 25 Aug 2025 06:49
Last Modified: 25 Aug 2025 06:49
URI: https://repository.nur.ac.id/id/eprint/1196

Actions (login required)

View Item
View Item