Abdullah, Muhammad Ayub (2025) ANALISIS HERMENEUTIKA DIGITAL ALBERTO ROMELE PADA PENAFSIRAN AL-QUR’AN OLEH ARTIFICIAL INTELLIGENCE: STUDI KASUS GPT BERBASIS ISLAM OLEH AQQAL PADA TAFSIR SURAH AN-NISA AYAT 34. Masters thesis, IIQ AN NUR YOGYAKARTA.
![[thumbnail of COVER_DAFTAR ISI]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
21202101_COVER_DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Download (1MB)
![[thumbnail of BAB I]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
21202101_BAB I.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (659kB)
![[thumbnail of BAB II]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
21202101_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (704kB)
![[thumbnail of BAB III]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
21202101_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
![[thumbnail of BAB IV]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
21202101_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (872kB)
![[thumbnail of BAB V]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
21202101_BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (615kB)
![[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
21202101_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (621kB)
![[thumbnail of LAMPIRAN]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
21202101_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (563kB)
Abstract
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah merevolusi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam cara manusia memahami dan berinteraksi dengan teks-teks keagamaan. Munculnya AI Islam Quran and Hadith Assistant (IQHA) yang dikembangkan oleh Aqqal.com menandai babak baru dalam praktik penafsiran Al-Qur’an di era digital. IQHA tidak hanya menjawab pertanyaan religius secara instan, tetapi juga membangun narasi dan otoritas tafsir berbasis algoritma. Fenomena ini menimbulkan persoalan epistemik tentang sejauh mana AI dapat berperan sebagai penafsir teks suci, dan bagaimana struktur makna dalam tafsir yang dihasilkannya dibentuk oleh sistem digital itu sendiri. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana AI IQHA menafsirkan Surah An-Nisa ayat 34—sebuah ayat yang sering diperdebatkan dalam isu gender dan kepemimpinan—dan bagaimana penafsiran tersebut dibentuk dan dianalisa melalui pendekatan hermeneutika digital Alberto Romele.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka dan eksplorasi digital. Data primer diperoleh dari interaksi langsung dengan AI IQHA melalui serangkaian prompt yang dirancang untuk menguji responsnya terhadap aspek linguistik, periodisasi tafsir, serta wacana gender. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Hermeneutika Digital Alberto Romele yang mencakup tiga tahapan mimesis, yakni prefigurasi (data awal dan jejak digital), konfigurasi (struktur narasi tafsir), dan refigurasi (horizon pemaknaan pengguna). Teori ini diperkaya dengan model lingkar hermeneutika visualisasi data dan konsep habitus digital untuk memahami bagaimana proses algoritmik AI memengaruhi struktur makna dan pola pikir keagamaan pengguna. AI tidak diposisikan semata sebagai alat bantu, melainkan sebagai subjek hermeneutik yang memiliki agensi epistemik tersendiri dalam membentuk otoritas keagamaan digital.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran IQHA terhadap Surah An-Nisa ayat 34 cenderung mengambil posisi moderat-formalistik, dengan memadukan tafsir klasik dan modern namun tetap berpijak pada epistemologi Sunni Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Narasi yang dibangun oleh AI tampak netral dan objektif secara bahasa, namun dalam struktur diskursifnya tetap menampilkan cara pandang moderat yang tidak berpihak pada pandangan ekstrim kiri maupun kanan. Hal ini menegaskan bahwa sistem AI tidak bebas nilai, algoritma, kurasi data, dan desain interaksi pengguna semuanya berperan dalam membentuk tafsir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI seperti IQHA bukan hanya agen informasi, tetapi juga aktor epistemik baru yang berperan dalam merekonstruksi otoritas dan makna dalam tafsir Al-Qur’an. Dengan demikian, dibutuhkan kehati-hatian dalam mengadopsi tafsir AI secara utuh tanpa pendekatan kritis, serta perluasan studi hermeneutika digital dalam kajian-kajian Islam kontemporer agar umat tidak terjebak pada netralitas teknologi yang semu.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Hermeneutika Digital, Tafsir Artificial Intelligence, GPT Islam, Surah An-Nisa Ayat 34 |
Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
Depositing User: | Users 667 not found. |
Date Deposited: | 25 Aug 2025 06:59 |
Last Modified: | 25 Aug 2025 06:59 |
URI: | https://repository.nur.ac.id/id/eprint/1213 |