Soleh, Abdul (2024) MAKNA GHAIRŪ ŪLIL IRBĀH DALAM Q.S. AN-NUR (24): 31 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP MAHRAM WANITA (PENDEKATAN MA’NĀ-CUM-MAGHZĀ ). Masters thesis, IIQ AN-NUR YOGYAKARTA.
![[thumbnail of BAB I]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
18201538_COVER_BAB I.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
![[thumbnail of BAB II]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
18201538_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (586kB)
![[thumbnail of BAB III]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
18201538_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (910kB)
![[thumbnail of BAB IV]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
18201538_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (529kB)
![[thumbnail of BAB V]](https://repository.nur.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
18201538_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (509kB)
Abstract
Istilah yang menjadi sorotan dalam pemaknaan Q.S. An-Nur (24): 30 adalah pemaknaan terhadap Ghairū ūlil irbāh. Dalam hal ini para mufassir memiliki perbedaan pendapat, salah satu mufassir yang memaknai istilah ini adalah Alaudin Ali bin Muhammad al-Baghdadi, beliau menyebutkan dalam kitab Tafsir Al-Khazin bahwa Ghairū ūlil irbāh adalah orang yang mengikuti hanya untuk makan. Sedangkan dalam kitab Tafsir Jalalain yang dikarang oleh Jalaluddin Al-Mahalli dan dilanjutkan oleh Jalaluddin As-Suyuthi bahwa Ghairū ūlil irbāh adalah orang yang tidak memiliki keinginan terhadap perempuan, maka dalam riset ini akan dikaji lebih jauh apa makna Ghairū ūlil irbāh, dan khususnya dikaitkan pada zaman sekarang apakah Ghairū ūlil irbāh sebatas orang yang mengikuti untuk makan dan minum atau disebut dengan hamba sahaya pada zaman dahulu, atau istilah ini diartikan sebagai orang yang tidak memiliki ketertarikan terhadap perempuan?
Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan ma’’na cum maghza tentunya dengan didampingi oleh ilmu pengetahuan yang lain baik secara sains maupun psikologis. Langkah-langkah metode tercantum sebagai berikut :analisis bahasa teks, intratekstualitas, intertekstualitas, analisis latar sejarah di mana ayat tersebut diturunkan, dan merekonstruksi makna sejarah dan pokok bahasan ayat tersebut. Mendefinisikan makna dinamis dari ayat tersebut adalah sebagai berikut: menentukan kategori ayat, reaktualisasi dan kontekstualisasi signifikansi ayat, menangkap makna simbolik ayat, dan memperkuat kontruksi signifikansi dinamis ayat dengan ilmu bantu lainnya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yang pertama bagaimana bentuk makna historis (al-ma’na al- tarikh) dari Q.s An-Nūr [24] : 31?, bagaimana bentuk signifikansi fenomenal historis (al-maghza al-tarikhi) dari Q.s An-Nūr [24] : 31?, bagaimana bentuk signifikansi fenomenal dinamis (al-maghza al-mutaharrik) dari Q.s An-Nūr [24] : 31? Hasil penelitian menunjukkan bahwa irbāh secara bahasa dalam kamus Lisanul Arab adalah tidak memiliki organ intim dan atau tidak memiliki kebutuhan, maka dapat dikatakan bahwa Ghairū ūlil irbāh adalah orang-orang yang tidak memiliki organ intim dan atau orang-orang yang tidak memiliki kebutuhan. Maghza yang terdapat dalam ayat tersebut adalah perempuan dianjurkan untuk tidak memperlihatkan perhiasan mereka atau disebut dengan aurat mereka terhadap orang-orang yang bukan mahramnya agar tetap terjaga kehormatan dan kemuliaan wanita tersebut, dalam maqoshid as-syari’ah hal ini masuk dalam kategori hifdzuddin dan juga hifdzunnafs serta dapat dikategorikan sebagai hifdzulaql, dalam Implikasinya pada zaman sekarang terhadap konsep mahram wanita, Ghairū ūlil irbāh termasuk dalam Aseksual, Ghairū ūlil irbāh termasuk mahram wanita namun dengan tetap menjaga kehormatan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Ghairū ūlil irbāh, Ma’na, Maghza, Mahram, Wanita, Implikasi |
Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
Depositing User: | User IIQ An Nur |
Date Deposited: | 02 Sep 2024 09:03 |
Last Modified: | 02 Sep 2024 09:03 |
URI: | https://repository.nur.ac.id/id/eprint/531 |