Istiharoh, Istiharoh (2025) PEMBELAJARAN BATIK SEBAGAI SARANA PENGUATAN KESADARAN KEBERAGAMAN BUDAYA LOKAL PADA SISWA SDIT SAMAWI BANTUL. Masters thesis, IIQ AN NUR YOGYAKARTA.

[thumbnail of COVER_DAFTAR ISI] Text (COVER_DAFTAR ISI)
21112064_COVER_DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (833kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
21112064_BAB I.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (332kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
21112064_BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (332kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
21112064_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (243kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
21112064_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (505kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
21112064_BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
21112064_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (207kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
21112064_LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

SDIT Samawi Bantul mengenalkan batik sebagai bagian dari pembelajaran. Melalui pembelajaran batik siswa dapat membantuk sikap toleransi, kerja sama, dan saling menghormati. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pembelajaran batik sebagai sarana penguatan kesadaran keberagaman budaya lokal pada siswa SDIT Samawi Bantul, 2) Mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran batik sebagai sarana penguatan kesadaran keberagaman budaya lokal pada siswa SDIT Samawi Bantul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field research), dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran batik telah terintegrasi dalam kurikulum muatan lokal dari kelas I sehingga kelas VI dengan alokasi waktu dua jam pelajaran setiap minggu. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dan kontkstual, menggabungkan pendekatan teori dan praktik. Siswa diperkenalkan pada motif-motif batik lokal serta nilai-nilai filosofis dan kultural yang terkandung di dalamnya. Faktor pendukung dalam pembelajaran ini meliputi dukungan guru, keterlibatan orang tua, dan ketersediaan media pembelajaran. Sedangkan hambatan utamanya adalah keterbatasan fasilitas, bahan praktik, dan pelatihan guru. Secara keseluruhan, pembelajaran batik efektif dalam menumbuhkan apresiasi dan kesadaran siswa terhadap keberagaman budaya lokal.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pembelajaran Batik, Kesadaran Budaya, Keberagaman, Budaya Lokal, Siswa Sekolah Dasar
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Tarbiyah > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Users 467 not found.
Date Deposited: 07 Aug 2025 07:43
Last Modified: 07 Aug 2025 07:43
URI: https://repository.nur.ac.id/id/eprint/1013

Actions (login required)

View Item
View Item